Ringkasan Berita:
- Muhammad Raisul Akram ST terpilih menjadi Ketua Persatuan Olahraga Billiard Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Aceh Besar periode 2026-2030, Sabtu (18/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Muscab tersebut juga dihadiri oleh Ketua Harian Pengprov POBSI Aceh, Sahlan, Sekretaris Umum KONI Aceh Besar, Ifwandi SPd MPd, dan Wakil Ketua KONI Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), Hamdani SPd.
- Raisul Akram akan dibantu Syarihul Alim (sekretaris) dan Ridani (anggota) untuk mengatur kepengurusan selama empat tahun ke depan.
RakyatPos.id, BANDA ACEH – Muhammad Raisul Akram ST terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Olahraga Billiard Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Aceh Besar periode 2026-2030.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor KONI Lambaro, Sabtu (18/7/2026).
Musyawarah cabang (Muscab) tersebut juga dihadiri oleh Ketua Harian Pengprov POBSI Aceh, Sahlan.
Selain itu, Sekretaris Umum KONI Aceh Besar Ifwandi SPd MPd, dan Wakil Ketua KONI Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), Hamdani SPd.
Selain terpilih menjadi Ketua POBSI Pemda, Raisul Akram juga ditunjuk sebagai ketua formasi.
Ia akan dibantu Syarihul Alim (sekretaris) dan Ridani (anggota) untuk mengatur kepengurusan selama empat tahun ke depan.
Ketua POBSI Aceh Besar Terpilih Muhammad Raisul Akram terang-terangan menyatakan berkomitmen memajukan dan meningkatkan prestasi atlet billiard Aceh Besar.
Yakni mengikuti sejumlah ajang seperti Kejuaraan Daerah (Kejurda), PORA, Kejuaraan Nasional (Kejurnas), hingga turnamen terbuka se-Aceh.
Seperti diketahui, kata dia, Aceh menorehkan prestasi gemilang pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024.
Saat itu, Kontingen Aceh berhasil mendulang satu medali emas, dua perak, dan dua perunggu.
“Mengapa saya mencalonkan diri menjadi Ketua POBSI Pemkab Aceh Besar? Sebab, saya adalah putra asli Aceh Besar yang berasal dari Kecamatan Seulimeum,” jelasnya.
Baca juga: Ketua Pemprov POBSI Aceh Sebut Biliar Lebih Populer Dibanding Sepak Bola
Raisul dalam kepengurusan ini mempunyai sejumlah agenda, di antaranya ingin membuat program latihan bagi para atlet terlatih. Sehingga, para pemain billiard Aceh Besar bisa berkompetisi di ajang nasional maupun internasional.
“Kami juga ingin menghilangkan stigma masyarakat mengenai aspek negatif dari permainan billiard,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengaku bersama KONI Aceh Besar akan menggelar turnamen billiard.
Hal ini bertujuan untuk mengasah kemampuan atlet setelah dibina dan dilatih secara terus menerus.
Tentunya dengan diadakannya sebuah event bermanfaat bagi perkembangan pemain billiard kedepannya.

















