Ringkasan Berita:
- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan pihaknya telah meluncurkan gelombang drone dan rudal jelajah ke fasilitas tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Media pemerintah Iran melaporkan IRGC mengklaim telah “menyerang dan menghancurkan infrastruktur data pusat perusahaan Amerika Amazon di Bahrain” karena diyakini sebagai titik peluncuran serangan militer AS terhadap Iran.
RakyatPos.id – Iran mengklaim telah menghancurkan pusat data (data hub) Amazon di Bahrain yang disebut-sebut digunakan sebagai basis pendukung operasi militer Amerika Serikat.
Serangan pada hari Selasa menandai eskalasi terbaru setelah Teheran menyatakan pihaknya sedang melakukan “perang skala penuh” melawan Washington.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan pihaknya telah meluncurkan gelombang drone dan rudal jelajah ke fasilitas tersebut.
Media pemerintah Iran melaporkan IRGC mengklaim telah “menyerang dan menghancurkan infrastruktur data pusat perusahaan Amerika Amazon di Bahrain” karena diyakini sebagai titik peluncuran serangan militer AS terhadap Iran.
Pernyataan ini muncul ketika Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya kini terlibat perang terbuka dengan Amerika Serikat.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali memperingatkan bahwa Iran akan menerima balasan yang jauh lebih besar setelah sejumlah tentara Amerika tewas dalam konflik yang terus memanas.
“Setiap kali Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka membayar berkali-kali lipat,” tulis Trump di media sosial.
Selat Hormuz semakin panas
Ketegangan juga meningkat di Selat Hormuz. Iran dilaporkan menyerang sebuah kapal tanker sehingga seluruh awak kapal terpaksa meninggalkan kapal tersebut.
Jalur pelayaran strategis yang melintasi seperlima perdagangan minyak dunia ini kini hampir lumpuh akibat meningkatnya konflik.
Baca juga: Pusat Data Amazon di Bahrain Dihancurkan oleh Rudal Iran
Meski Amerika terus melancarkan serangan udara selama sepuluh malam berturut-turut, Iran disebut belum menunjukkan tanda-tanda akan melonggarkan kendalinya atas Selat Hormuz.
Sementara itu, Komando Militer Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan kembali menyerang sejumlah sasaran militer Iran, termasuk pusat komando, lokasi peluncuran rudal dan drone, sistem pertahanan udara, dan fasilitas maritim.
CENTCOM menegaskan pasukannya tetap siap menghadapi ancaman apa pun terhadap kapal sipil yang melintasi Selat Hormuz.
Harga Minyak Melonjak
Konflik yang terus memburuk juga mengguncang pasar energi global.
Harga minyak mentah Brent dilaporkan mencapai US$88 per barel, sedangkan harga bensin di Amerika Serikat rata-rata mencapai US$4 per galon.

















