RakyatPos.id – Iran memperingatkan Inggris untuk tidak membantu Amerika Serikat (AS) menyerang negaranya. Pernyataan itu muncul setelah Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham, memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pangkalannya untuk melakukan serangan terhadap Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran (Kemlu) mengecam keputusan Inggris, dan menambahkan bahwa mengizinkan pangkalan udara digunakan oleh pesawat pengebom AS akan melanggar Piagam PBB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iran berkomitmen tegas untuk terus mempertahankan kedaulatan nasional, integritas wilayah, kepentingan dan keamanan nasional dalam menghadapi agresi,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dikutip Jumat (24/7/2026).
Dinyatakan bahwa negara mana pun, dengan cara apa pun, yang terlibat dalam agresi militer terhadap Iran harus menanggung konsekuensinya, bertanggung jawab, dan siap menerima konsekuensi dari keputusan tersebut.
Trump sebelumnya mengancam akan menyerang kompleks terowongan Pickaxe Mountain Iran dalam waktu dekat. Lokasi tersebut diduga menyimpan program nuklir negara tersebut.
“Kita lihat saja apa yang terjadi. Bisa jadi dalam waktu dekat,” kata Trump.
Trump bersumpah wilayah tersebut akan terkena dampak yang sangat parah.
Beberapa pesawat pembom strategis B-1 Lancer Angkatan Udara AS dilaporkan telah meninggalkan Inggris, tak lama setelah Trump menyampaikan ancaman tersebut.
Pada saat yang sama Burnham menyetujui penggunaan pangkalan militernya oleh AS untuk menyerang Iran. Namun, tujuan operasional pesawat tersebut belum dapat dikonfirmasi
















