RakyatPos.id – Hampir setiap dapur di Indonesia mempunyai persediaan serai. Aromanya yang khas ampuh membuat soto, kari, atau sambal semakin menggugah selera.
Namun di luar fungsinya sebagai penyedap makanan, tanaman herbal ini memiliki sederet manfaat kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh.
Belakangan ini, kebiasaan meminum air rebusan serai sebelum tidur juga semakin populer, seperti yang sering dianjurkan oleh dr Zaidul Akbar karena dianggap berdampak positif bagi kebugaran tubuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasalnya, serai kaya akan antioksidan serta memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi.
Bagi Anda yang gemar menyeduh serai menjadi teh panas, berikut lima potensi manfaat kesehatan yang bisa Anda peroleh.
1. Efektif Meredakan Peradangan Pada Tubuh
Serai mengandung quercetin, sejenis flavonoid yang dikenal dengan fungsi antioksidan dan antiinflamasi yang kuat.
Menurut WebMD, kandungan quercetin berperan penting dalam mengurangi peradangan kronis pada tubuh.
Efek positifnya pun tidak main-main: mulai dari membantu menghambat pertumbuhan sel kanker hingga mengurangi risiko penyakit jantung di masa depan.
2. Melindungi tubuh dari infeksi bakteri
Selain membuat masakan wangi, serai juga berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan mikroba. Sebuah penelitian menemukan bahwa ekstrak serai efektif menurunkan tingkat toksisitas (toksisitas) pada kultur bakteri E. coli.
Hal ini menjadikan serai mempunyai potensi besar untuk membantu mengatasi infeksi bakteri pada saluran pencernaan. Perlu diingat, infeksi E. coli akibat makanan yang terkontaminasi seringkali memicu keracunan makanan, bahkan dapat memicu infeksi saluran kemih bahkan pneumonia.
3. Membantu mengontrol tekanan darah
Bagi penderita hipertensi, teh serai bisa menjadi pilihan minuman herbal yang menarik. Healthline mencatat penelitian tahun 2011 terhadap 72 relawan pria yang diberi teh serai atau teh hijau.
Hasilnya, mereka yang meminum teh serai mengalami penurunan tekanan darah sistolik secara moderat, sedikit peningkatan tekanan darah diastolik, dan penurunan detak jantung secara signifikan.
















