Ringkasan Berita:
- Forum Group Discussion (FGD) yang membahas potensi wisata alam dan budaya Kecamatan Mane Kabupaten Pidie digelar dengan menghadirkan narasumber Prof Nicolaus Lumunaw, Ph.D, Ketua Perancang Pariwisata Nasional asal Bandung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- FGD dibuka oleh Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Drh Fazli MSi yang hadir mewakili Bupati Pidie.
RakyatPos.id, PIDIE – Forum Group Discussion (FGD) yang membahas tentang potensi wisata alam dan budaya Kecamatan Mane Kabupaten Pidie digelar dengan menghadirkan narasumber Prof. Nicolaus Lumunaw, Ph.D., Ketua Perancang Pariwisata Nasional asal Bandung.
Informasi tersebut disampaikan Camat Mane, Muchtar Abdul Gani MPd, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Mane wilayah setempat pada Rabu (22/7/2026).
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat antara lain kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, perempuan, pemuda, dan pemerhati lingkungan.
FGD dibuka oleh Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Drh Fazli MSi yang hadir mewakili Bupati Pidie.
Sertifikasi dunia
Dalam pemaparannya, Prof Nicolaus Lumunaw melontarkan pertanyaan terkait kesiapan Kabupaten Pidie untuk masuk dalam daftar sertifikasi pariwisata dunia melalui World Tourism Cities Federation (WTCF), sebuah organisasi yang konon didirikan dengan dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Diskusi yang berlangsung pagi hingga sore hari ini fokus pada upaya penggalian dan identifikasi potensi wisata alam dan budaya Kecamatan Mane sebagai bahan pengembangan arah pengembangan sektor pariwisata daerah.
Hasil pembahasan dalam FGD selanjutnya akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang akan disampaikan kepada Bupati Pidie untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan pengembangan pariwisata.
Melalui program ini diharapkan sektor pariwisata Kabupaten Pidie dapat berkembang lebih luas dan dikenal di tingkat Asia dan Eropa.
Kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusias yang tinggi dari para peserta. Mereka berharap hasil diskusi tidak berhenti pada tataran teoritis saja, namun dapat ditindaklanjuti melalui aksi nyata dan penelitian untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata Kabupaten Pidie.

















