Brain Visualizer, Teknologi EEG yang Mampu Menampilkan Aktivitas Otak Anak Secara Real-Time

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Brain Visualizer memanfaatkan teknologi EEG untuk menampilkan aktivitas otak anak secara langsung melalui tiga sensor yang aman digunakan mulai usia enam bulan.
  • ADVERTISEMENT

    paralax

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Alat ini mengukur fokus, memori, pemecahan masalah, kreativitas dan bahasa, membantu orang tua memahami respons otak anak mereka selama beraktivitas.
  • Hasil pemindaian menunjukkan bahwa setiap anak memiliki pola kerja otak yang berbeda-beda, sehingga stimulasi dan pola pengasuhan perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing anak.

RakyatPos.id – Brain Visualizer merupakan inovasi berbasis teknologi EEG yang mampu menampilkan aktivitas otak anak secara real-time.

Alat ini dikembangkan untuk membantu orang tua memahami cara kerja otak anak saat bermain atau belajar.

Pemindaian dilakukan menggunakan tiga sensor kering yang aman dan nyaman digunakan, bahkan untuk balita sekalipun.

Teknologi ini mampu memetakan lima fungsi utama otak yaitu fokus, memori, pemecahan masalah, kreativitas, dan bahasa.

Hasil pemindaian menunjukkan setiap anak memiliki pola aktivitas otak yang berbeda-beda meski mendapat rangsangan yang sama.

Temuan ini menegaskan bahwa tidak ada dua individu yang memiliki cara berpikir yang sama.

Baca juga: Ironi Peringatan HAN: Saat Perlindungan Anak Masih Sebatas Upacara, Di Mana Ruang Aman Anak?

Dengan memahami karakteristik otak anak, orang tua dapat memberikan stimulasi yang lebih tepat sesuai kebutuhan masing-masing.

Kehadiran Brain Visualizer diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Orang tua dapat mengamati tingkah laku dan kebiasaan anaknya setiap hari.

Namun, menebak-nebak apa yang sebenarnya ada di kepala anak saat bermain atau belajar tentu bukan hal yang mudah.

Keterbatasan ini seringkali membuat para ibu dan ayah ragu apakah stimulasi yang diberikan tepat sasaran.

Untuk mengatasi hal tersebut, ada inovasi pemindai gelombang otak elektrik yang disebut Brain Visualizer.

Alat hasil kolaborasi PT Wyeth Nutrition S-26 dengan perusahaan mindtech asal Inggris, Mindplay UK ini dapat dicoba pada acara edukasi imersif “S-26 Exceptional Journey: Journey Inside the Brain” yang akan berlangsung di Senayan City Mall, Jakarta, pada 24–26 Juli 2026.

Membaca Aktivitas Saraf Otak Melalui Visualisasi Langsung

Kolaborasi teknologi dengan ahli saraf ini menghadirkan pemindai yang mengadopsi teknologi electroencephalogram (EEG) pertama di Indonesia.

Perangkat ini dirancang agar masyarakat dapat mengenali minat anak dengan lebih mudah.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Saham JD Vance naik di mata Trump
Menggantikan Hotman Paris, Febri Diansyah menjadi penasihat hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah
RS TAS Beureuenun Siap Implementasikan KRIS
Dubes Resmikan Australian Reading Corner di Masjid Al-Markaz Makassar
Saya dikriminalisasi, tidak pernah seperti ini di Gedung Bundar
Berita Tim: Kerr, Reiten Masuk Starting Lineup Melawan Portland
Tidak masuk akal jika gedung sekolah runtuh dalam dua tahun
Sorotan Tanjung Verde di Piala Dunia, Vozinha hampir menandatangani kontrak dengan Colo-Colo, dari Chili, kata jurnalis

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:00 WIB

Saham JD Vance naik di mata Trump

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:54 WIB

Menggantikan Hotman Paris, Febri Diansyah menjadi penasihat hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:42 WIB

RS TAS Beureuenun Siap Implementasikan KRIS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:28 WIB

Dubes Resmikan Australian Reading Corner di Masjid Al-Markaz Makassar

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:08 WIB

Saya dikriminalisasi, tidak pernah seperti ini di Gedung Bundar

Berita Terbaru

HEADLINE

Saham JD Vance naik di mata Trump

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:00 WIB

HEADLINE

RS TAS Beureuenun Siap Implementasikan KRIS

Sabtu, 25 Jul 2026 - 09:42 WIB