Diungkapkannya ribuan dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein telah mengembalikan salah satu skandal pelecehan seksual yang paling meresahkan di dunia ke dalam agenda internasional. Menurut dokumen yang ditinjau oleh BBC, tuduhan dalam file tersebut menunjukkan bahwa gadis di bawah umur dari Turki juga dirujuk dalam lingkup jaringan perdagangan Epstein. Klaim tersebut telah memicu kecaman tajam dari tokoh politik Turki.
Turhan Çömez: “Kejahatan yang mengerikan terhadap kemanusiaan”
Wakil Ketua Kelompok Partai Baik, Turhan Çömez, membahas masalah ini dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di media sosial, dan mengatakan bahwa dokumen-dokumen tertentu yang diungkapkan oleh Departemen Kehakiman AS berisi referensi yang sangat mengkhawatirkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Çömez menyatakan:
“Departemen Kehakiman AS telah merilis beberapa informasi dan dokumen yang terkandung dalam file Epstein. Dokumen-dokumen ini menyatakan bahwa gadis-gadis muda dari Turki dibawa ke pulau tempat pelecehan terjadi. Juga dicatat bahwa anak-anak tersebut berjuang karena mereka tidak bisa berbahasa Inggris. Singkatnya, ini adalah kejahatan yang mengerikan terhadap kemanusiaan.”
Dokumen mengutip banyak negara
Dokumen yang dibagikan secara publik mencakup tuduhan bahwa Epstein mengangkut gadis di bawah umur dari Turki, Republik Ceko, Asia, dan beberapa wilayah lain ke Amerika Serikat. File-file tersebut dilaporkan menekankan bahwa banyak dari anak-anak tersebut tidak dapat berbicara bahasa Inggris, sebuah faktor yang menambah kerentanan mereka.
Ribuan dokumen, ratusan rekaman
Departemen Kehakiman AS terus merilis materi terkait Epstein, dengan pengungkapan terbaru yang melibatkan sekitar 11.000 dokumen—yang merupakan rilis tunggal terbesar hingga saat ini. Koleksinya mencakup ratusan video, rekaman audio, dan file bukti yang luas. Pihak berwenang mengatakan proses peninjauan sedang berlangsung.
Email menarik perhatian baru
Di antara dokumen-dokumen tersebut terdapat email yang berasal dari tahun 2001 dan 2002, yang mengungkapkan komunikasi antara Epstein dan individu-individu yang digambarkan sebagai orang-orang di lingkaran dalamnya. Beberapa pesan berisi referensi tentang “teman yang tidak pantas”, yang menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang sifat dan skala jaringan tersebut.
Para pejabat telah menekankan bahwa email-email tersebut bukan merupakan bukti langsung adanya aktivitas kriminal, namun dianggap dapat menjelaskan konteks kasus yang lebih luas.
Nama Trump muncul dalam catatan penerbangan
File tersebut juga menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump muncul sebagai penumpang jet pribadi Jeffrey Epstein sebanyak delapan kali antara tahun 1993 dan 1996. Trump telah mengakui mengenal Epstein di masa lalu tetapi menyatakan bahwa hubungan tersebut berakhir bertahun-tahun sebelum penangkapan Epstein dan menegaskan bahwa dia tidak melakukan kesalahan.
Menghapus file dan reaksi politik
Penghapusan sementara beberapa foto dari situs Departemen Kehakiman selama proses pengungkapan memicu kontroversi politik di Amerika Serikat. Meskipun para pejabat mengatakan keputusan tersebut dibuat karena keprihatinan terhadap privasi korban, para kritikus mempertanyakan apakah informasi tambahan dirahasiakan. Gambar-gambar itu kemudian dipulihkan.
Departemen Kehakiman sedang diawasi
Departemen Kehakiman AS mendapat kritik karena gagal merilis semua materi terkait Epstein dalam jangka waktu yang diamanatkan secara hukum. Meskipun Kongres mewajibkan pengungkapan penuh dokumen-dokumen tersebut pada tanggal 19 Desember, banyak dokumen yang dirilis dengan proses redaksi yang berat, sehingga memicu frustrasi di kalangan anggota parlemen dan masyarakat.
Kasus global dengan pertanyaan yang belum terselesaikan
Kasus Epstein melibatkan tokoh-tokoh politik, bisnis, keluarga kerajaan, dan industri hiburan. Epstein, yang dituduh melakukan perdagangan manusia dan pelecehan seksual terhadap gadis di bawah umur, ditemukan tewas di sel penjaranya pada tahun 2019 saat menunggu persidangan. Meskipun ada pengungkapan terbaru, banyak aspek dari kasus ini yang masih belum terselesaikan, sehingga pertanyaan-pertanyaan penting mengenai akuntabilitas dan keadilan belum terjawab.
















