Jayapura, RakyatPos.id – Warga Australia dirundung duka atas pemberitaan akhir pekan lalu mengenai gempa bumi dahsyat di Indonesia Timur yang menewaskan sedikitnya 53 orang dan menyebabkan lebih banyak orang luka-luka.
Bencana gempa terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus, dua hari menjelang Kemerdekaan RI ke-81 pada 17 Agustus 2026.
“Atas nama Pemerintah dan rakyat Australia, saya menyampaikan simpati kepada seluruh pihak yang terkena dampak peristiwa tragis ini. Kami berdiri bersama pemerintah dan rakyat Indonesia di masa kesedihan dan kesulitan ini, seperti yang selalu dan akan terus kami lakukan,” kata Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese dalam keterangan pers yang diterima RakyatPos.id dari [email protected].
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari ini, Senin 17 Agustus juga menandai peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia.
Perjuangan heroik bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan merupakan salah satu titik balik paling bersejarah di abad ke-20.
“Dan masyarakat Australia patut berbangga karena kita termasuk orang pertama yang mengakui berdirinya Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan mandiri,” ujarnya.
Baik dulu maupun sekarang, perdamaian, keamanan dan stabilitas Australia bergantung pada keamanan kawasan kita, dan pada akhirnya, pada Indonesia yang bersatu, stabil dan berdaulat.
“Bagi kami, tidak ada hubungan yang lebih penting daripada hubungan kami. Itulah sebabnya kunjungan bilateral pertama saya setelah terpilih pada tahun 2022 dan 2025 adalah ke tetangga besar kami di utara,” ujarnya.
“Itulah sebabnya awal tahun ini saya menandatangani Perjanjian Keamanan Bersama Indonesia-Australia – atau “Perjanjian Jakarta” – dengan teman saya, Presiden Prabowo,” katanya.
Dia mengatakan perjanjian tersebut menegaskan bahwa cara terbaik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan kita adalah dengan bertindak bersama.
Perjanjian ini juga menegaskan kembali kekuatan Traktat Lombok tahun 2006, dimana Australia sangat menghormati keutuhan wilayah dan kedaulatan Indonesia.
“Saya juga mencatat bahwa ini adalah sikap bipartisan di parlemen.”
Perjanjian bersejarah ini dimungkinkan karena hubungan antara kedua negara kini lebih kuat dan kuat dari sebelumnya.
“Saya menyampaikan harapan terbaik dan ucapan selamat yang tulus kepada negara tetangga kita pada peringatan ini,” ujarnya.
Lanjutkan Membaca
















