Ringkasan Berita:
- Kelompok Houthi melancarkan serangan drone terhadap fasilitas minyak Aramco Arab Saudi di Jazan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Serangan tersebut memicu kekhawatiran global mengenai keamanan jalur pelayaran energi di Laut Merah.
- Houthi juga mengumumkan blokade maritim dan menyerang beberapa kapal tanker di kawasan strategis.
- Ketegangan ini berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia karena risiko gangguan pasokan.
- Konflik Yaman dikhawatirkan akan kembali meningkat menjadi perang terbuka berskala besar.
RakyatPos.id, SANA — Kelompok Houthi di Yaman kembali mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi di wilayah Jazan, di pantai Laut Merah, menggunakan sejumlah drone.
Serangan tersebut menambah ketegangan antara kelompok yang didukung Iran dan Riyadh, sekaligus meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan fasilitas energi dan jalur pelayaran di wilayah tersebut.
Kantor berita Saba yang dikelola Houthi melaporkan bahwa serangan itu diarahkan ke fasilitas Aramco di Jazan sebagai tanggapan atas apa yang dikatakan kelompok itu sebagai pelanggaran wilayah udara Yaman oleh Arab Saudi. Klaim tersebut dibuat dengan mengutip sumber militer Houthi.
Menurut laporan Reuters, Houthi juga sebelumnya mengklaim serangan terhadap kilang Aramco di Jazan pada 13 Agustus dengan menggunakan dua drone. Hingga laporan ini diterbitkan, pemerintah Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim penyerangan tersebut.
Jazan adalah area penting bagi industri energi Arab Saudi. Kompleks Aramco di wilayah tersebut memiliki kapasitas pemrosesan minyak yang signifikan dan tidak jauh dari jalur pelayaran Laut Merah. Oleh karena itu, serangan berulang-ulang terhadap fasilitas energi di kawasan berpotensi meningkatkan risiko terhadap distribusi minyak regional.
Serangan Berulang terhadap Fasilitas Minyak
Serangan terhadap fasilitas Aramco bukanlah satu-satunya insiden. Pada 9 Agustus, Houthi juga mengaku telah menyerang fasilitas minyak Aramco di Jazan menggunakan drone.
Pada hari yang sama, Kementerian Energi Arab Saudi melaporkan kebakaran di fasilitas yang terkait dengan kompleks Aramco di Jazan.
Api kemudian berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa. Pihak berwenang Saudi saat itu tidak menjelaskan penyebab kebakaran tersebut.
Kelompok Houthi mengatakan serangan itu merupakan pembalasan atas dugaan pelanggaran wilayah udara Yaman oleh drone Saudi di wilayah Saada dan Hajjah.
Kelompok ini secara konsisten menggunakan dugaan serangan Saudi sebagai alasan untuk meningkatkan operasi militernya melawan kepentingan Saudi.
Baca juga: Serangan Houthi Tewaskan 30 Tentara Yaman, Perang Besar di Marib dan Hadramout di Ambang Pecah
Houthi Perluas Tekanan Melalui Laut Merah
Selain menargetkan fasilitas energi, Houthi juga meningkatkan tekanan terhadap kepentingan Saudi di laut. Pada Juli 2026, kelompok tersebut mengumumkan apa yang disebut blokade maritim Arab Saudi di Laut Merah.
Kelompok Houthi mengatakan tindakan tersebut merupakan respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai pengepungan dan serangan Saudi terhadap wilayah yang mereka kuasai di Yaman.
Pengumuman ini menandai babak baru dalam konflik antara Houthi dan Arab Saudi, yang sebelumnya merupakan kekuatan utama koalisi yang mendukung pemerintah Yaman.
Sejak blokade diumumkan, Houthi juga mengklaim telah menyerang sejumlah kapal tanker yang terkait dengan Arab Saudi. Pada tanggal 5 Agustus, misalnya, kelompok tersebut mengaku menargetkan kapal tanker Wafaa di bagian utara Laut Merah dengan rudal balistik.

















