Jayapura, RakyatPos.id – Kementerian Pendidikan akan memperkenalkan program percontohan bahasa Mandarin di 12 sekolah di Divisi Tengah, seiring Fiji memperkuat kerja sama pendidikan dengan Tiongkok.
Program ini akan melibatkan enam sekolah dasar dan enam sekolah menengah, serta akan memperkenalkan siswa pada bahasa dan budaya Tiongkok sekaligus menciptakan peluang pertukaran budaya dan pembelajaran internasional yang lebih luas, seperti dilansir jubi.id dari laman RakyatPos.id www.fijitimes.com.fj, Selasa (18/8/2026).
Inisiatif ini dibahas pekan lalu dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Aseri Radrodro, Direktur Pusat Pendidikan Bahasa Tiongkok, dan perwakilan Kedutaan Besar Tiongkok.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Diskusi juga mencakup pengembangan materi pembelajaran, pelatihan guru, dan kesempatan bagi siswa untuk mengakses beasiswa dan program bahasa Mandarin lainnya.
Perwakilan Kedutaan Besar Tiongkok menyatakan kesediaannya untuk mendukung inisiatif ini melalui pelatihan guru, sumber belajar, dan bidang kerja sama lainnya.
Menteri Pendidikan Fiji Radrodro menyambut baik program yang diusulkan, dan mengatakan bahwa keterampilan bahasa tambahan akan membantu memperluas kesempatan pendidikan bagi siswa dan memperkuat hubungan antar masyarakat antara Fiji dan Tiongkok.
Diskusi mencakup pengembangan materi pembelajaran yang sesuai, peluang pelatihan bagi guru lokal, dan akses terhadap beasiswa dan program pembelajaran bahasa Mandarin lainnya untuk siswa.
Perwakilan Kedutaan Besar Tiongkok menyatakan kesediaannya untuk mendukung inisiatif ini melalui pelatihan guru, sumber belajar, dan bidang kerja sama lainnya.
Program yang diusulkan diharapkan dapat memberikan tambahan keterampilan bahasa kepada siswa sekaligus mempromosikan budaya yang lebih luas.
Mengutip laman internet Kementerian Luar Negeri Tiongkok, www.mfa.gov.cn, disebutkan bahwa sejak 5 November 1975, Republik Rakyat Tiongkok resmi menjalin hubungan diplomatik dengan Republik Fiji.
Sejak terjalinnya hubungan diplomatik, hubungan kedua pihak terus berkembang dengan baik. Negara Fiji merdeka dari Inggris pada 10 Oktober 1970.
Pada bulan September 2012, Institut Konfusius Universitas Pasifik Selatan secara resmi didirikan di Fiji. Pada bulan Desember 2015, Pusat Kebudayaan Tiongkok di Fiji didirikan.
Kapal rumah sakit angkatan laut Tiongkok, Peace Ark, mengunjungi Fiji dan memberikan layanan medis kemanusiaan kepada masyarakat setempat sebanyak dua kali, masing-masing pada bulan Agustus 2014 dan Agustus 2018.
Pada bulan November 2014, Presiden Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Fiji, dan kedua belah pihak meningkatkan kemitraan strategis yang ditandai dengan saling menghormati dan pembangunan bersama.
Empat tahun kemudian, pada bulan November 2018, Presiden Xi Jinping bertemu dengan perwakilan pemerintah Fiji (Menteri Keamanan Nasional) di Papua Nugini, dan kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis komprehensif yang bercirikan saling menghormati dan pembangunan bersama.
Pada November 2023, Presiden Xi Jinping bertemu dengan Perdana Menteri Sitiveni Rabuka di San Francisco. Pada Agustus 2024, Perdana Menteri Sitiveni Rabuka melakukan kunjungan resmi ke Tiongkok.
Dalam kunjungan ini, Presiden Xi Jinping bertemu dengan Perdana Menteri Rabuka, Perdana Menteri Li Qiang melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Rabuka, dan kedua belah pihak mengeluarkan Pernyataan Bersama antara Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Fiji.
Lanjutkan Membaca
















